Arsip
Kalender
April 2011
M T W T F S S
    Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Serba-serbi Alergi

Oleh : dr.handri

Alergi, adalah gejala klinik berupa rasa gatal (pruritus), kemerahan dikulit (eritema), bintik-bintik kecil merata diseluruh tubuh (papula) ataupun bentol-bentol yang luas dengan permukaan yang lebih tinggi dari kulit sekitar (makula), yang timbul setelah seseorang memakan sesuatu makanan ataupun bersentuhan dengan suatu bahan tertentu. Dapat juga disertai dengan permukaan kulit yang nampak basah (eksudatif), atau bahkan bernanah (pus) karena adanya infeksi sekunder.

 

Penyebab pastinya belum jelas, namun para ahli menduga adanya beberapa faktor yang berpengaruh seperti faktor imunologik, genetik berupa peningkatan IgE dan gangguan sel limfosit T. Faktor fisiologik dan farmakologik berupa blokade reseptor beta adrenergik dikulit.

 

Banyak hal yang bisa menimbulkan reaksi alergi dari tubuh. Tersering adalah makanan, bahan-bahan penambah rasa serta pengawet dalam makanan, bahan-bahan kimia, bahan yang melekat pada tubuh, stress psikologis sampai udara dingin dilingkungan sekitar bisa menimbukan gejala alergi.

 

Gejala yang ditimbulkan setelah bahan tersebut memasuki tubuh antara lain bengkak dan gatal pada bibir atau mukosa mulut, urtikaria akut, pruritus, pilek, bersin-bersin, pusing, mual, muntah, reaksi kecemasan, sesak nafas (asma) yang berat, sampai pada reaksi kulit alergi menyeluruh yang sangat berat (SJS).

 

Lokasinya juga dapat disemua bagian tubuh. Pada alergi kontak biasanya menyerang hanya pada bagian tubuh yang terkena alergi. Pada asma saluran udara di paru mengalami penyempitan dan pengerasan lumen, sehingga udara yang akan keluar dan masuk paru (terutama yang akan keluar) terhambat. Hambatan itu tadi memberi gambaran adanya wheezing pada auskultasi paru.

Tergantung penyebabnya, alergi yang disebabkan kontak langsung dengan bahan allergen dapat berupa penyakit eksim yang menyerang kedua telapak tangan sebatas lengan, yang umumnya diderita oleh para kapster salon, buruh cuci, para petani di sawah. Hal itu diakibatkan allergen dari bahan kimia yang bersifat toksik maupun alergik (contohnya shampoo, pewarna rambut, bahan-bahan untuk creambath, deterjen, pemutih, pupuk dan lain-lain). Alergi yang disebabkan makanan dapat berupa bintik-bintik kemerahan yang penyebarannya hampir merata diseluruh tubuh, seperti kasus diatas. Alergi yang disebabkan oleh zat kimia inhalan, dapat berupa serangan sesak napas (asma) yang menyerang sewaktu udara disekitarnya dingin atau berdebu.

 

Pemberian obat antihistamin merupakan salah satu cara pengobatan dalam penanganan kasus alergi. CTM adalah salah satu jenis obat anti alergi yang sangat dikenal luas oleh masyarakat. Disamping harganya murah, membelinya juga mudah karena tanpa harus membawa resep dokter. Namun dengan pemakaian dan dosis yang tidak tepat, obat ini kurang efektif menghilangkan alergi.

 

Penggunaan kortikosteroid juga sangat membantu. Namun alangkah bijaknya bila hal ini dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, mengingat efek samping kortikosteroid yang berat bila digunakan sembarangan. Kortikosteroid diberikan bila kita menangani kasus alergi yang berat, yang dengan penggunaan antihistamin saja tidak cukup. Pertama diberikan dosis yang rendah, meningkat seiring waktu dan akhirnya diturunkan dosisnya secara perlahan (tappering-off).

Obat-obatan yang lazim diberikan pada pasien alergi :

  1. antihistamin.
  2. dekongestan.
  3. kortikosteroid.

 

Bila kita tidak tahu bahan-bahan apa yang menyebabkan alergi, maka salah satu cara yang paling tepat adalah mengingat-ingat kembali bahkan mungkin mencatat bahan-bahan apa saja yang telah kita makan atau berhubungan secara langsung sebelum alergi terjadi. Bila tidak juga ditemukan, tes alergi akan sangat membantu untuk menelusurinya. Tes ini dilakukan dirumah sakit atau klinik khusus alergi. Tes ini dilakukan dengan cara menstimulasi tubuh (biasanya bagian kulit luar) dengan sengaja dengan macam-macam bahan alergen. Tergantung bahan mana yang memberikan reaksi positif, maka penyebabnya langsung bisa diketahui.

 

Inti penanganan kasus alergi disamping dengan pemberian terapi obat-obatan, adalah menghindari masuknya allergen penyebab reaksi alergi kedalam tubuh kita. Banyak bahan-bahan makanan, obat-obatan, zat kimia yang sehari-hari akrab dengan kehidupan kita berpotensi menimbulkan reaksi alergi. Bahan makanan seperti telur, ikan laut, susu, kacang, gandum, coklat merupakan bahan makanan yang sering menimbulkan alergi. Bahan-bahan kimia seperti pewarna rambut, sabun cuci, shampoo juga sering menimbulkan alergi. Udara ruangan yang lembab, dan dingin juga sangat berperan. Untuk itu, sebaiknya bila kita mempunyai kecenderungan alergi terhadap bahan-bahan tersebut, untuk menghindari mengkonsumsi atau berhubungan secara langsung, agar tidak terkena serangan alergi.

 

Pemberian antibiotika diindikasikan pada kasus alergi kulit dengan infeksi sekunder. Eksim yang menahun, dengan nanah disana-sini adalah salah satu indikasi pemberian antibiotik. Namun alangkah bijaknya bila dalam penggunaan antibiotik berkonsultasi dahulu dengan dokter. Karena pemberian antibiotik yang tidak tepat akan menimbulkan resistensi atau kekebalan tubuh terhadap antibiotik tersebut.

 

Yang pasti, sebenarnya penyakit alergi tidak sulit untuk disembuhkan. Bagaimana kita menangani faktor pencetus alergi, kita mengetahuinya maka kita juga bisa menghindari dan mengobatinya secara baik dan benar.

 

 

Catatan kecil.

 

Contoh Bentuk-bentuk alergi yang paling sering antara lain :

  1. reaksi anafilaktik (shock anafilaktik)
  2. asma bronchiale
  3. urtikaria
  4. angioedema
  5. rhinitis alergika
  6. alergi obat-obatan
  7. dermatitis atopik

 

Reaksi anafilaktik.

Merupakan bentuk alergi yang dapat membahayakan nyawa penderita. Biasanya menunjukkan mainfestasi/gejala yang berat, berupa gatal, kemerahan di kulit, sesak nafas, bengkak pada beberapa bagian tubuh (wajah, lengan, kaki), rasa cemas, gelisah hingga berujung kematian (shock anafilaktik) bila tidak ditangani segera, yang muncul sesaat atau beberapa saat setelah penderita kontak dengan bahan alergi. Sistem tubuh yang terlibat antara lain kulit, pernapasan, kardiovaskuler dan gastrointestinal.

 

Asma bronchiale.

Merupakan sindroma klinis dengan ciri-ciri inflamasi (penyempitan) saluran nafas bawah (bronchus dan alveolus paru) yang bersifat reversibel akibat masuknya alergen kesaluran nafas. Bersifat genetic, biasanya ditandai oleh adanya wheezing pada fase ekspirasi. Factor resikonya antara lain adanya riwayat asma dalam keluarga, adanya reaksi allergen dengan IgE, penyakit pernapasan akibat virus, pajanan allergen udara, kegemukan dll.

 

Rhinitis alergika.

Reaksi alergi yang melibatkan mukosa hidung, mata, tuba eustachii, telinga tengah, rongga sinus dan faring. Biasanya ditandai dengan bersin-bersin di pagi hari atau ketika penderita terpajan alergen. Hidung menjadi buntu, sukar bernapas.

 

2 Responses to “Serba-serbi Alergi”

Leave a Reply

*