<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Sakit Islam Fatimah Banyuwangi</title>
	<atom:link href="http://rsfatimah.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rsfatimah.com</link>
	<description>Layananku Ibadahku</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Nov 2011 04:56:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.1</generator>
		<item>
		<title>Melahirkan menyenangkan di RSI Fatimah</title>
		<link>http://rsfatimah.com/2011/11/melahirkan-menyenangkan-di-rsi-fatimah/</link>
		<comments>http://rsfatimah.com/2011/11/melahirkan-menyenangkan-di-rsi-fatimah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2011 04:56:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rsfatimah.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Banyuwangi &#8211; Selama ini mungkin banyak orang yang beranggapan bahwa, melahirkan adalah sesuatu hal yang menakutkan, menegangkan, serta menyakitkan. Penyebabnya ada beberapa hal. Diantaranya, ibu &#8211; ibu hamil khawatir  sakit saat melahirkan, perdarahan, komplikasi, dijahit, hingga harus masuk meja operasi. Sehingga, untuk mencegah hal tersebut, diperlukan persiapan yang matang sejak awal kehamilan hingga memasuki proses [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Banyuwangi &#8211; </strong>Selama ini mungkin banyak orang yang beranggapan bahwa, melahirkan adalah sesuatu hal yang menakutkan, menegangkan, serta menyakitkan. Penyebabnya ada beberapa hal. Diantaranya, ibu &#8211; ibu hamil khawatir  sakit saat melahirkan, perdarahan, komplikasi, dijahit, hingga harus masuk meja operasi. Sehingga, untuk mencegah hal tersebut, diperlukan persiapan yang matang sejak awal kehamilan hingga memasuki proses persalinan.<br />
Untuk memberi wawasan pada ibu &#8211; ibu hamil, Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah menyelenggarakan sosialisasi melahirkan yang menyenangkan serta menuju ibu dan bayi sehat, dengan nara sumber dr. Selamat Widodo, MKes, SpOG, pada Jumat (11/11). Menurut dokter kelahiran Jogjakarta itu, sebelum proses persalinan terjadi, kebutuhan nutrisi akan ibu hamil dan bayi dalam kandungan harus tetap dijaga. Mengkonsumsi makanan tinggi serat, seperti buah dan sayur sangat dianjurkan.<br />
Sementara untuk persiapan persalinan sendiri, setiap ibu hamil harus selalu berpikir positif. Kondisi ibu yang stres atau mudah marah, turut mempengaruhi kondisi janin sendiri.  Menurut dokter yang akrab disapa doketr Dodo tersebut, melahirkan yang paling baik adalah persalinan yang normal. &#8221; Melahirkan yang menyenangkan dan paling baik adalah persalinan yang normal,&#8221; ujarnya.<br />
Untuk itu, berkonsultasi pada bidan atau dokter kandungan secara rutin mampu mencegah persalinan yang tidak diinginkan. Seperti, kasus bayi nyungsang, lahir premature dan sebagainya.  Sementara itu, senam hamil bagi ibu yang akan melahirkan, dapat membantu kelancaran proses persalinan. Senam hamil juga bisa dilakukan apabila kondisi ibu hamil memungkinkan untuk melakukan kegiatan tersebut, dan tentunya dibawah bimbingan tenaga bidan yang profesional.<br />
Sosialisasi melahirkan yang menyenangkan dan menuju ibu dan bayi yang sehat, tersebut tak hanya diikuti oleh para ibu hamil, tetapi acara yang dihadiri puluhan peserta tersebut, juga dihadiri oleh peserta yang berkonsultasi seputar masalah kehamilan. Acara yang tidak dipungut biaya, ini juga memberikan pemeriksaan USG secara gratis dan konsultasi gratis bersama dr. Widodo.<br />
Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah, yang berlokasi di jalan Jember no. 25, saat ini sudah melayani pasien umum untuk poli gigi, anak, kandungan, serta poli penyakit dalam pada sore hari. Yakni mulai pukul 18.00 &#8211; 20.00 WIB. Sedangkan untuk pelayanan pagi hari mulai pukul 07.00 &#8211; 14.00 WIB. Sementara bagi masyarakat yang ingin melakukan Geeral Medical Check Up, saat ini RSI Fatimah Banyuwangi, menawarkan beberapa paket medical check up, yang tentu saja sangat terjangkau.  <strong>(Funny)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rsfatimah.com/2011/11/melahirkan-menyenangkan-di-rsi-fatimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Serba-serbi Alergi</title>
		<link>http://rsfatimah.com/2011/04/serba-serbi-alergi/</link>
		<comments>http://rsfatimah.com/2011/04/serba-serbi-alergi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 04:28:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Handri</dc:creator>
				<category><![CDATA[visite]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rsfatimah.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : dr.handri Alergi, adalah gejala klinik berupa rasa gatal (pruritus), kemerahan dikulit (eritema), bintik-bintik kecil merata diseluruh tubuh (papula) ataupun bentol-bentol yang luas dengan permukaan yang lebih tinggi dari kulit sekitar (makula), yang timbul setelah seseorang memakan sesuatu makanan ataupun bersentuhan dengan suatu bahan tertentu. Dapat juga disertai dengan permukaan kulit yang nampak basah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Oleh : dr.handri</p>
<p style="text-align: justify;">Alergi, adalah gejala klinik berupa rasa gatal (pruritus), kemerahan dikulit (eritema), bintik-bintik kecil merata diseluruh tubuh (papula) ataupun bentol-bentol yang luas dengan permukaan yang lebih tinggi dari kulit sekitar (makula), yang timbul setelah seseorang memakan sesuatu makanan ataupun bersentuhan dengan suatu bahan tertentu. Dapat juga disertai dengan permukaan kulit yang nampak basah (eksudatif), atau bahkan bernanah (pus) karena adanya infeksi sekunder.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Penyebab pastinya belum jelas, namun para ahli menduga adanya beberapa faktor yang berpengaruh seperti faktor imunologik, genetik berupa peningkatan IgE dan gangguan sel limfosit T. Faktor fisiologik dan farmakologik berupa blokade reseptor beta adrenergik dikulit.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak hal yang bisa menimbulkan reaksi alergi dari tubuh. Tersering adalah makanan, bahan-bahan penambah rasa serta pengawet dalam makanan, bahan-bahan kimia, bahan yang melekat pada tubuh, stress psikologis sampai udara dingin dilingkungan sekitar bisa menimbukan gejala alergi.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Gejala yang ditimbulkan setelah bahan tersebut memasuki tubuh antara lain bengkak dan gatal pada bibir atau mukosa mulut, urtikaria akut, pruritus, pilek, bersin-bersin, pusing, mual, muntah, reaksi kecemasan, sesak nafas (asma) yang berat, sampai pada reaksi kulit alergi menyeluruh yang sangat berat (SJS).</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Lokasinya juga dapat disemua bagian tubuh. Pada alergi kontak biasanya menyerang hanya pada bagian tubuh yang terkena alergi. Pada asma saluran udara di paru mengalami penyempitan dan pengerasan lumen, sehingga udara yang akan keluar dan masuk paru (terutama yang akan keluar) terhambat. Hambatan itu tadi memberi gambaran adanya wheezing pada auskultasi paru.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-26"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tergantung penyebabnya, alergi yang disebabkan kontak langsung dengan bahan allergen dapat berupa penyakit eksim yang menyerang kedua telapak tangan sebatas lengan, yang umumnya diderita oleh para kapster salon, buruh cuci, para petani di sawah. Hal itu diakibatkan allergen dari bahan kimia yang bersifat toksik maupun alergik (contohnya shampoo, pewarna rambut, bahan-bahan untuk creambath, deterjen, pemutih, pupuk dan lain-lain). Alergi yang disebabkan makanan dapat berupa bintik-bintik kemerahan yang penyebarannya hampir merata diseluruh tubuh, seperti kasus diatas. Alergi yang disebabkan oleh zat kimia inhalan, dapat berupa serangan sesak napas (asma) yang menyerang sewaktu udara disekitarnya dingin atau berdebu.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Pemberian obat antihistamin merupakan salah satu cara pengobatan dalam penanganan kasus alergi. CTM adalah salah satu jenis obat anti alergi yang sangat dikenal luas oleh masyarakat. Disamping harganya murah, membelinya juga mudah karena tanpa harus membawa resep dokter. Namun dengan pemakaian dan dosis yang tidak tepat, obat ini kurang efektif menghilangkan alergi.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Penggunaan kortikosteroid juga sangat membantu. Namun alangkah bijaknya bila hal ini dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, mengingat efek samping kortikosteroid yang berat bila digunakan sembarangan. Kortikosteroid diberikan bila kita menangani kasus alergi yang berat, yang dengan penggunaan antihistamin saja tidak cukup. Pertama diberikan dosis yang rendah, meningkat seiring waktu dan akhirnya diturunkan dosisnya secara perlahan (tappering-off).</p>
<p style="text-align: justify;">Obat-obatan yang lazim diberikan pada pasien alergi :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>antihistamin.</li>
<li>dekongestan.</li>
<li>kortikosteroid.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Bila kita tidak tahu bahan-bahan apa yang menyebabkan alergi, maka salah satu cara yang paling tepat adalah mengingat-ingat kembali bahkan mungkin mencatat bahan-bahan apa saja yang telah kita makan atau berhubungan secara langsung sebelum alergi terjadi. Bila tidak juga ditemukan, tes alergi akan sangat membantu untuk menelusurinya. Tes ini dilakukan dirumah sakit atau klinik khusus alergi. Tes ini dilakukan dengan cara menstimulasi tubuh (biasanya bagian kulit luar) dengan sengaja dengan macam-macam bahan alergen. Tergantung bahan mana yang memberikan reaksi positif, maka penyebabnya langsung bisa diketahui.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Inti penanganan kasus alergi disamping dengan pemberian terapi obat-obatan, adalah menghindari masuknya allergen penyebab reaksi alergi kedalam tubuh kita. Banyak bahan-bahan makanan, obat-obatan, zat kimia yang sehari-hari akrab dengan kehidupan kita berpotensi menimbulkan reaksi alergi. Bahan makanan seperti telur, ikan laut, susu, kacang, gandum, coklat merupakan bahan makanan yang sering menimbulkan alergi. Bahan-bahan kimia seperti pewarna rambut, sabun cuci, shampoo juga sering menimbulkan alergi. Udara ruangan yang lembab, dan dingin juga sangat berperan. Untuk itu, sebaiknya bila kita mempunyai kecenderungan alergi terhadap bahan-bahan tersebut, untuk menghindari mengkonsumsi atau berhubungan secara langsung, agar tidak terkena serangan alergi.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Pemberian antibiotika diindikasikan pada kasus alergi kulit dengan infeksi sekunder. Eksim yang menahun, dengan nanah disana-sini adalah salah satu indikasi pemberian antibiotik. Namun alangkah bijaknya bila dalam penggunaan antibiotik berkonsultasi dahulu dengan dokter. Karena pemberian antibiotik yang tidak tepat akan menimbulkan resistensi atau kekebalan tubuh terhadap antibiotik tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Yang pasti, sebenarnya penyakit alergi tidak sulit untuk disembuhkan. Bagaimana kita menangani faktor pencetus alergi, kita mengetahuinya maka kita juga bisa menghindari dan mengobatinya secara baik dan benar.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Catatan kecil.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh Bentuk-bentuk alergi yang paling sering antara lain :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>reaksi anafilaktik      (shock anafilaktik)</li>
<li>asma bronchiale</li>
<li>urtikaria</li>
<li>angioedema</li>
<li>rhinitis alergika</li>
<li>alergi obat-obatan</li>
<li>dermatitis atopik</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Reaksi anafilaktik.</p>
<p style="text-align: justify;">Merupakan bentuk alergi yang dapat membahayakan nyawa penderita. Biasanya menunjukkan mainfestasi/gejala yang berat, berupa gatal, kemerahan di kulit, sesak nafas, bengkak pada beberapa bagian tubuh (wajah, lengan, kaki), rasa cemas, gelisah hingga berujung kematian (shock anafilaktik) bila tidak ditangani segera, yang muncul sesaat atau beberapa saat setelah penderita kontak dengan bahan alergi. Sistem tubuh yang terlibat antara lain kulit, pernapasan, kardiovaskuler dan gastrointestinal.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Asma bronchiale.</p>
<p style="text-align: justify;">Merupakan sindroma klinis dengan ciri-ciri inflamasi (penyempitan) saluran nafas bawah (bronchus dan alveolus paru) yang bersifat reversibel akibat masuknya alergen kesaluran nafas. Bersifat genetic, biasanya ditandai oleh adanya wheezing pada fase ekspirasi. Factor resikonya antara lain adanya riwayat asma dalam keluarga, adanya reaksi allergen dengan IgE, penyakit pernapasan akibat virus, pajanan allergen udara, kegemukan dll.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Rhinitis alergika.</p>
<p style="text-align: justify;">Reaksi alergi yang melibatkan mukosa hidung, mata, tuba eustachii, telinga tengah, rongga sinus dan faring. Biasanya ditandai dengan bersin-bersin di pagi hari atau ketika penderita terpajan alergen. Hidung menjadi buntu, sukar bernapas.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rsfatimah.com/2011/04/serba-serbi-alergi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Diabetes Melitus</title>
		<link>http://rsfatimah.com/2011/04/mengenal-diabetes-melitus/</link>
		<comments>http://rsfatimah.com/2011/04/mengenal-diabetes-melitus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 04:22:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Handri</dc:creator>
				<category><![CDATA[visite]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rsfatimah.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : dr.Handri PENDAHULUAN Sebenarnya, diabetes mellitus telah dikenal sejak berabad-abad sebelum masehi. Pada Papyrus Ebers di Mesir kurang lebih 1500 SM telah digambarkan adanya suatu penyakit dengan tanda-tanda banyak kencing. Sampai akhirnya ditemukan insulin pada tahun 1921 oleh Frederick Grant Banting dan Charles Herbert Best. Disusul dengan berbagai penemuan selanjutnya tentang penyakit yang awalnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Oleh : dr.Handri</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya, diabetes mellitus telah dikenal sejak berabad-abad sebelum masehi. Pada <em>Papyrus Ebers </em>di Mesir kurang lebih 1500 SM telah digambarkan adanya suatu penyakit dengan tanda-tanda banyak kencing. Sampai akhirnya ditemukan insulin pada tahun 1921 oleh <em>Frederick Grant Banting</em> dan <em>Charles Herbert Best</em>. Disusul dengan berbagai penemuan selanjutnya tentang penyakit yang awalnya dianggap misterius ini, sehingga sekarang kita mengenal Diabetes Melitus.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>PENGERTIAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut ADA (<em>American Diabetes Assosiation</em>) tahun 1998, diabetes mellitus adalah <strong>sekelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya.</strong> Atau dengan kata lain diabetes mellitus merupakan kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula dalam darah akibat kekurangan insulin baik absolute maupun relative.<span id="more-18"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>PENGGOLONGAN DIABETES MELITUS</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Macam-macam jenis DM menurut ADA 1997 :</p>
<p style="text-align: justify;">DM Tipe 1 (DM Tergantung Insulin)</p>
<p style="text-align: justify;">DM Tipe 2 (DM Tidak Tergantung Insulin)</p>
<p style="text-align: justify;">Diabetes Gestasional</p>
<p style="text-align: justify;">DM tipe lain :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Defek genetic fungsi sel beta.</li>
<li>Defek genetic kerja insulin.</li>
<li>Penyakit eksokrin pancreas.</li>
<li>Endokrinopati.</li>
<li>Karena obat atau zat kimia.</li>
<li>Infeksi.</li>
<li>Imunologi.</li>
<li>Sindroma genetic lain.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>MENGAPA TERJADI DIABETES MELITUS?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Makanan hakekatnya merupakan sumber energi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Salah satu esensi sumber energi dari makanan itu adalah glukosa. Glukosa masuk kedalam tubuh (setelah sebelumnya dipecah) melalui proses metabolisme. Untuk bisa masuk kedalam sel, maka ia membutuhkan insulin yang bertugas menggandeng glukosa masuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Insulin tersebut dapat diibaratkan sebagai <strong>anak kunci</strong> yang dapat membuka pintu masuknya glukosa kedalam sel, untuk kemudian didalam sel glukosa diubah menjadi tenaga. Bila insulin tidak ada, maka pasti glukosa tidak akan dapat masuk kedalam sel dengan akibat glukosa akan tertahan didalam pembuluh darah yang artinya kadar glukosa dalam darah akan meningkat. Dalam keadaan seperti itu, tubuh akan terasa lemas karena tidak ada sumber energi didalam sel. Inilah yang terjadi pada dianetes mellitus tipe 1.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengapa insulin pada DM tipe 1 tidak ada?</strong> Ini disebabkan pada DM tipe ini timbul reaksi autoimun yang disebabkan adanya peradangan pada sel beta insulitis. Ini akan menyebabkan timbulnya antibody terhadap sel beta yang disebut ICA (Islet Cell Antibody). Reaksi antigen sel beta dengan antibody ICA akan menyebabkan hancurnya sel beta.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana halnya dengan DM tipe 2?</strong> Seperti kita tahu, bahwa cerita tentang terjadinya DM tipe 1 diatas tadi, bahwa didalam tubuh tidak dijumpai adanya sel insulin yang tugasnya membawa masuk glukosa kedalam sel. Dalam kasus DM tipe 2 ini, sebenarnya insulin tersebut ada didalam tubuh dan sesuai tugas yang diembannya, dia (si insulin) dapat memasukkan glukosa kedalam sel. Namun, pada tipe ini meskipun jumlah insulin dalam tubuh ada dan mencukupi, namun ternyata jumlah reseptor insulin yang terdapat dipermukaan sel yang kurang. Reseptor tersebut diibaratkan sebagai <strong>lubang kunci</strong> tempat masuknya kunci. Jika anak kunci jumlahnya cukup atau bahkan berlebih, namun kemudian lubang kuncinya hanya sedikit atau kurang, bagaimana glukosa dapat masuk kedalam sel? Pada tipe ini disamping kadar glukosa darah yang tinggi, juga kadar insulin tinggi atau normal, sehingga disebut sebagai keadaan resistensi insulin.</p>
<p style="text-align: justify;">Perbedaan pada 2 jenis DM ini adalah :</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="201" valign="top"></td>
<td width="201" valign="top"><strong>IDDM</strong></td>
<td width="201" valign="top"><strong>NIDDM</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="201" valign="top"><em>Nama lain</em>&nbsp;</p>
<p><em>Umur</em></p>
<p><em>Keadaan saat terdiagnosis</em></p>
<p><em>Kadar insulin</em></p>
<p><em>Berat badan</em></p>
<p><em>Pengobatan </em></td>
<td width="201" valign="top">DM Tipe 1&nbsp;</p>
<p>Biasa &lt; 40 th</p>
<p>Berat</p>
<p>Tak ada insulin</p>
<p>Biasanya kurus</p>
<p>Insulin, Diet, Olahraga</td>
<td width="201" valign="top">DM Tipe 2&nbsp;</p>
<p>Biasanya &gt; 40 th</p>
<p>Ringan</p>
<p>Insulin cukup/tinggi</p>
<p>Biasanya gemuk/normal</p>
<p>Diet, Olahraga, Tablet,   Insulin</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengapa terjadi resistensi insulin? </strong>Faktor-faktornya antara lain :</p>
<p style="text-align: justify;">Obesitas</p>
<p style="text-align: justify;">Diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat</p>
<p style="text-align: justify;">Kurang gerak badan atau olah raga</p>
<p style="text-align: justify;">Faktor keturunan.</p>
<p style="text-align: justify;">Baik DM tipe 1 atau 2, kadar glukosa dalam darah akan jelas meningkat dan bila kadar tersebut melewati batas ambang ginjal, maka glukosa itu akan keluar melalui urin. Inilah yang menyebabkan penyakit ini disebut kencing manis.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>GEJALA DAN TANDA</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Secara umum, dikenal tiga macam gejala dalam diabetes, disebut dengan trias diabetes mellitus, yaitu :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Poli Fagi, atau rasa      lapar yang berlebihan.</li>
<li>Poli Dipsi, atau rasa      haus yang berlebihan.</li>
<li>Poli Uri, atau rasa      ingin kencing yang berlebihan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Gejala-gejala yang lain meliputi keluhan lemah badan, berat badan menurun secara cepat, kesemutan pada jari tangan dan kaki, gatal-gatal, penglihatan kabur atau berkurang, gairah seks menurun, luka yang tak kunjung sembuh dan pada ibu-ibu sering melahirkan bayi dengan berat badan lahir lebih dari 4 kg. Kadang ada pasien yang sama sekali tidak merasakan keluhan, hingga ada yang bertanya mengapa ribut-ribut dengan diabetes, toh tak ada keluhan yang terjadi. Mereka mengetahui adanya diabetes setelah melakukan chek up dengan tanda glukosa dalam darah yang tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>BAGAIMANA MENDIAGNOSIS DM</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Disamping ditemukan berbagai keluhan tersebut diatas, dengan tes darah akan diketahui diabetes positif apabila :</p>
<p style="text-align: justify;">Kadar glukosa darah sewaktu lebih atau sama dengan 200 mg/dl</p>
<p style="text-align: justify;">Kadar glukosa darah puasa lebih atau sama dengan 126 mg/dl.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila ada keraguan, bisa dilakukan tes toleransi glukosa oral.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada juga kelompok antara, dimana hasil tes darah menunjukkan belum adanya diabetes, namun kadar glukosa tersebut sudah melampaui nilai normal. Ini disebut dengan Glukosa Darah Puasa Terganggu (GDPT) dan didapatkan hasil antara 110 dan 126 mg/dl. Sedang bila kadar glukosa kurang dari 110 mg/dl dikatakan normal. Untuk skrining epidemiologi, Who memakai standart kadar glukosa 2 jam sesudah pembebanan 75 gram glukosa oral. <strong>Pemeriksaan glukosa darah seyogyanya dilakukan di laboratorium klinik yang terpercaya (yang melakukan program pemantapan kendali mutu secara teratur). </strong>Saat ini banyak dipasarkan alat pengukur kadar glukosa darah cara reagen kering yang umumnya sederhana dan mudah dipakai. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah memakai alat-alat tersebut dapat dipercaya sejauh kalibrasi dilakukan dengan baik dan cara pemeriksaan dilakukan sesuai dengan cara standar yang dianjurkan, teruama untuk memantau kadar glukosa darah. Secara berkala, hasil pemantauan dengan cara reagen kering peru dibandingkan dengan cara konvensional.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang dengan resiko tinggi menderita DM bila sesuai dengan keadaan sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify;">Riwayat keluarga diabetes</p>
<p style="text-align: justify;">Obesitas</p>
<p style="text-align: justify;">Usia diatas 40 tahun</p>
<p style="text-align: justify;">Hipertensi</p>
<p style="text-align: justify;">Dislipidemia (dengan kadar kolesterol dan trigliserid tinggi)</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya dinyatakan TGT atau GDPT</p>
<p style="text-align: justify;">Semua wanita hamil 24-28 minggu</p>
<p style="text-align: justify;">Wanita yang sebelumnya menderita diabetes gestasional</p>
<p style="text-align: justify;">Wanita yang melahirkan bayi &gt; 4 kg</p>
<p style="text-align: justify;">Pemeriksaan penyaring dapat dilakukan melalui pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu, kadar glukosa darah puasa, kemudian dapat diikuti dengan tes tolerasi glukosa oral (TTGO) standar. Untuk kelompok risiko tinggi yang hasil pemeriksaan penyaringnya negatif, pemeriksaan penyaring ulangan dilakukan tiap tahun; sedangkan bagi mereka yang berusia &gt;45 tahun tanpa faktor risiko, pemeriksaan penyaring dapat dilakukan setiap 3 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasien dengan Toleransi Glukosa terganggu dan Glukosa Darah Puasa Terganggu merupakan tahapan sementara menuju DM. Setelah 5-10 tahun kemudian 1/3 kelompok TGT akan berkembang menjadi DM, 1/3 tetap TGT dan 1/3 lainnya kembali normal.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="199" valign="top"></td>
<td width="138" valign="top"></td>
<td valign="top">BUKAN DM</td>
<td valign="top">BELUM PASTI DM</td>
<td valign="top">DM</td>
</tr>
<tr>
<td width="199" valign="top">Kadar glukosa darah sewaktu (mg/dl)</td>
<td width="138" valign="top">plasma vena<br />
darah kapiler</td>
<td valign="top">&lt;110<br />
&lt; 90</td>
<td valign="top">110-199<br />
90-199</td>
<td valign="top"><span style="text-decoration: underline;">&gt;</span>200<br />
<span style="text-decoration: underline;">&gt;</span>200</td>
</tr>
<tr>
<td width="199" valign="top"></td>
<td width="138" valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="199" valign="top">Kadar glukosa darah puasa (mg/dl)</td>
<td width="138" valign="top">plasma vena<br />
darah kapiler</td>
<td valign="top">&lt;110<br />
&lt; 90</td>
<td valign="top">110-125<br />
90-109</td>
<td valign="top"><span style="text-decoration: underline;">&gt;</span>126<br />
<span style="text-decoration: underline;">&gt;</span>110</td>
</tr>
<tr>
<td width="199" valign="top"></td>
<td width="138" valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;"><strong>LANGKAH-LANGKAH UNTUK MENEGAKKAN DIAGNOSIS DIABETES MELITUS</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Diagnosis klinis DM umumnya akan dipikirkan bila ada keluhan khas DM berupa poliuria, polidipsia, polifagia, lemah, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Keluhan lain yang mungkin dikemukakan pasien adalah kesemutan, gatal, mata kabur dan impotensia pada pasien pria, serta pruritus vulvae pada pasien wanita. Jika keluhan khas, pemeriksaan glukosa darah sewaktu <span style="text-decoration: underline;">&gt;</span>200 mg/dl sudah cukup untuk menegakkan diagnosis DM. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa <span style="text-decoration: underline;">&gt;</span>126 mg/dl juga digunakan untuk patokan diagnosis DM. Untuk kelompok tanpa keluhan khas DM, hasil pemeriksaan glukosa darah yang baru satu kali saja abnormal, belum cukup kuat untuk menegakkn diagnosis klinis DM. Diperlukan pemastian lebih lanjut dengan mendapat sekali lagi angka abnormal, baik kadar glukosa darah puasa <span style="text-decoration: underline;">&gt;</span>126 mg/dl, kadar glukosa darah sewaktu <span style="text-decoration: underline;">&gt;</span>200 mg/dl pada hari yang lain, atau dari hasil tes toleransi glukosa oral (TTGO) yang abnormal.</p>
<p style="text-align: justify;">Cara pelaksanaan TTGO (WHO, 1985) :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>3 (tiga) hari      sebelumnya makan seperti biasa</li>
<li>Kegiatan jasmani      secukupnya, seperti yang biasa dilakukan</li>
<li>Puasa semalam, selama 10-12 jam</li>
<li>Kadar glukosa darah      puasa diperiksa</li>
<li>Diberikan glukosa 75      gram (orang dewasa), atau 1,75 gram/kgBB (anak-anak), dilarutkan dalam      1air 250 ml, dan diminum selama/dalam waktu 5 menit</li>
<li>Diperiksa kadar      glukosa darah 1 (satu) jam dan 2 (dua) jam sesudah beban glukosa; selama      pemeriksaan subyek yang diperiksa tetap istirahat dan tidak merokok.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Untuk kemudahan, PERKENI hanya menganjurkan pemeriksaan kadar glukkosa darah pada jam ke-2 saja. Alasan untuk kemudahan ini disarankan juga oleh America Diabetes Association (ADA), yang bahkan juga memakai hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa <span style="text-decoration: underline;">&gt;</span>126 mg/dl untuk kriteria diagnosis.</p>
<p style="text-align: justify;">Pilar utama pengelolaan DM</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Perencanaan makanan</li>
<li>Latihan jasmani</li>
<li>Obat hipoglikemik</li>
<li>Penyuluhan</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>BAGAIMANA MENGOBATI DIABETES MELITUS?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Adakalanya pada mereka yang mempunyai kadar gula darah tinggi, setelah melakukan perencanaan makanan (diet) dan peningkatan kegiatan jasmani, kadar gulanya menjadi normal dan terkontrol kembali. Memang benar demikian pengendalian awal penyakit kencing manis. Pasien tidak perlu buru-buru minum obat penurun gula darah jika dengan penurunan berat badan, pengendalian makanan maupun peningkatan kegiatan jasmani bisa menormalkan gula darahnya. Tentu hal itu perlu dibantu oleh ahlinya, seperti ahli gizi maupun pelatih kegiatan jasmani. Namun, sebagai patokan dasar, bisa disebutkan sebagai berikut.</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Standar yang      dianjurkan adalah makanan dengan komposisi yang seimbang dalam hal      karbohidrat, protein, dan lemak sesuai kecukupan gizi baik sebagai      berikut: karbohidrat 60-70 persen, protein 10-15 persen, dan lemak 20-25      persen.</li>
<li>Dianjurkan latihan      jasmani secara teratur (3-4 kali seminggu) selama minimal 30 menit. yang sifatnya sesuai CRIPE (continous rhythmical, nterval,      progressive, endurance training). Sedapat mungkin mencapai zona sasaran      75-85% denyut nadi maksimal (220-umur), disesuaikan dengan kemampuan dan      kondisi penyakit penyakit penyerta. Sebagai contoh, olahraga ringan adalah      berjalan kaki biasana selama 30 menit, olahraga sedang adalah berjalan      cepat selama 20 menit, dan olahraga berat adalah jogging.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>OBAT-OBATAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Obat penurun gula darah diperlukan jika kadar gula darah tidak bisa dikontrol dengan cara-cara di atas. Ada pelbagai macam jenis obat penurun gula darah. Dokter akan memulai dengan salah satu jenis di bawah ini, kemudian akan dikombinasi jika tidak berhasil. Sedangkan jenis-jenis obatnya adalah sebagai berikut.</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Golongan Sulfonilurea</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Obat itu bekerja dengan cara merangsang sel beta pankreas agar bisa memproduksi insulin lebih giat lagi. Umumnya menjadi pilihan utama bagi penyandang DM dengan berat badan yang normal.</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Golongan Metformin/biguanid</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Bekerja dengan mengurangi glukosa hati dan memperbaiki ambilan glukosa perifer. Itu digunakan terutama pada pasien-pasien yang kelebihan berat badan.</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Golongan Inhibitor glukosidase alfa</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Aksinya adalah menghambat penyerapan glukosa usus, dan digunakan bagi mereka yang kadar glukosa puasanya masih normal</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Golongan Insulin sensitizer</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Cara kerja obat itu adalah meningkatkan sensitivitas sehingga bisa meningkatkan ambilan glukosa sel dan produksi glukosa di hati</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Insulin</strong>, sampai saat ini insulin masih dalam bentuk suntikan meskipun ada      bentuk insulin hirup yang berada dalam fase penelitian.</li>
</ol>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">Obat</td>
<td valign="top">Dosis awal</td>
<td valign="top">Dosis maks</td>
<td valign="top">Dosis anjuran</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><em>Golongan Sulfonilurea</em>*<br />
Glibenklamid<br />
Gliklasid<br />
Glikuidon<br />
Glipisid<br />
Glipisid GITS<br />
Glimepirid**<br />
Klorpropamid</td>
<td valign="top">2,5 mg<br />
80 mg<br />
30 mg<br />
5 mg<br />
5 mg<br />
1 mg<br />
50 mg</td>
<td valign="top">15-20 mg<br />
240 mg<br />
120 mg<br />
20 mg<br />
20 mg<br />
6 mg<br />
500 mg</td>
<td valign="top">1-2 kali<br />
1-2 kali<br />
2-3 kali<br />
1-2 kali<br />
1 kali<br />
1 kali<br />
1 kali</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><em>Golongan Biguanid</em><br />
Metformin***</td>
<td valign="top">500 mg</td>
<td valign="top">2500 mg</td>
<td valign="top">1-3 kali</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><em>Golongan inhibitor glukosidase alfa<sup>#</sup></em><br />
Acarbose</td>
<td valign="top">50 mg</td>
<td valign="top">300 mg</td>
<td valign="top">3 kali</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>PENYULIT DM </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam perjalanan penyakit DM, dapat terjadi penyulit akut dan menahun.</p>
<p style="text-align: justify;">1. Penyulit akut:</p>
<p style="text-align: justify;">ketoasidosis diabetik</p>
<p style="text-align: justify;">hiperosmolar non ketotik</p>
<p style="text-align: justify;">hipoglikemia</p>
<p style="text-align: justify;">2. Penyulit menahun:</p>
<p style="text-align: justify;">makroangiopati:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner)</li>
<li>pembuluh darah tepi</li>
<li>pembuluh darah otak (stroke)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">mikroangiopati:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>retinopati diabetik</li>
<li>nefropati diabetik</li>
<li>neuropati</li>
<li>rentan infeksi, misalnya tuberkulosis paru, ginggivitis, dan infeksi saluran kemih</li>
<li>Kaki diabetik (gabungan sampai dengan 4)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>BAGAIMANA DI BULAN PUASA, APAKAH PENDERITA DM DIPERBOLEHKAN PUASA?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam keadaan puasa (tidak ada asupan kalori), untuk mempertahankan kadar glukosa darah terjadi pemecahan cadangan glukosa (glikogen) di hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Glikogen hati itu dapat menjadi sumber glukosa darah untuk kebutuhan otak selama 12-16 jam. Dengan demikian, puasa Ramadhan yang hanya sekitar 12 jam tersebut tidaklah terlalu mengganggu kesehatan pada orang sehat dan pada pasien DM yang kadar glukosa darahnya terkontrol (Gambar 1. Pengaturan sumber energi dalam keadaan makan dan puasa pada manusia)</p>
<p style="text-align: justify;">Dari penelitian-penelitian yang dilakukan mengenai efek puasa pada penderita DM, dapat disimpulkan bahwa <strong>berpuasa Ramadhan cukup aman bagi pasien DM dengan kadar glukosa darah cukup terkendali dan mengikuti petunjuk berpuasa.</strong> Yang dimaksud dengan kadar gula darah terkontrol adalah kadar gula darah puasa &lt; 110 mg% dengan kadar glukosa dua jam setelah makan adalah &lt; 160 mg%.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk memudahkan dalam memilah-milah pasien DM yang akan mengikuti ibadah puasa, berdasarkan informasi dr Imam Subekti, beberapa waktu lalu, pasien-pasien DM dikelompokkan menjadi beberapa kelompok sebagai berikut.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok I</p>
<p style="text-align: justify;">Digolongkan dalam kelompok satu adalah mereka yang kadar glukosa darahnya terkontrol dengan perencanaan makanan dan olahraga saja. Dalam kelompok itu tidak bermasalah untuk melakukan puasa di bulan Ramadhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok II</p>
<p style="text-align: justify;">Masuk dalam kelompok II adalah pasien-pasien DM yang untuk mengontrol gula darah, selain diet dan berolahraga, juga memerlukan obat penurun gula darah dengan dosis tunggal dan kecil. Kelompok itu dapat dibagi atas dua bagian, yaitu sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">a. membutuhkan dosis tunggal dan kecil atau</p>
<p style="text-align: justify;">b. membutuhkan dosis yang lebih tinggi dan terbagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi mereka yang termasuk golongan II, pasien dapat melakukan ibadah puasa dengan melakukan perubahan dalam perencanaan makanan, aktivitas fisik dan pengobatan. Dalam hal itu tentu pemilihan obat yang hanya sekali sehari sangat dianjurkan. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai hal tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok III</p>
<p style="text-align: justify;">Masuk dalam kelompok III adalah mereka yang membutuhkan suntikan insulin untuk mengontrol kadar gula darahnya. Tidak disarankan pasien kelompok III untuk melakukan puasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok IV</p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok ini adalah mereka yang penyakitnya sudah berkomplikasi berat seperti gagal ginjal dan gagal jantung. Sama seperti kelompok III, tidak disarankan untuk melakukan puasa, sebab berpuasa dapat memperberat komplikasi yang sudah terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">DM tipe-2 dan ibadah puasa</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pasien yang cukup terkendali dengan pengaturan makan      saja tidak mengalami kesulitan kalau berpuasa.</li>
<li>Pasien yang cukup terkendali dengan OHO dosis      tunggal juga tidak mengalami kesulitan untuk berpuasa. OHO diberikan saat berbuka puasa.</li>
<li>Untuk yang terkendali dengan OHO dosis terbagi,      pengaturan dosis obat diberikan sedemikian sehingga dosis sebelum berbuka      lebih besar dari pada dosis sahur.</li>
<li>Untuk pasien DM tipe 2 yang menggunakan insulin,      dipakai insulin kerja menengah yang diberikan saat berbuka saja. Untuk      pasien yang harus menggunakan insulin dosis multipel dianjurkan untuk      tidak berpuasa dalam bulan Ramadhan.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rsfatimah.com/2011/04/mengenal-diabetes-melitus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang di Weblog RSI Fatimah Banyuwangi</title>
		<link>http://rsfatimah.com/2011/04/selamat-datang-di-weblog-rsi-fatimah-banyuwangi/</link>
		<comments>http://rsfatimah.com/2011/04/selamat-datang-di-weblog-rsi-fatimah-banyuwangi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 03:28:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Handri</dc:creator>
				<category><![CDATA[info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rsfatimah.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Rumah Sakit Islam Fatimah Banyuwangi, adalah rumah sakit umum milik Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banyuwangi. Terletak strategis, ditepi jalan raya yang menghubungkan Kota Banyuwangi dengan Kabupaten Jember. Beralamatkan di jalan jember nomor 25 Banyuwangi. Motto rumah sakit kami adalah LAYANANKU IBADAHKU. Setelah lama berdiri, RSI Fatimah terus berbenah diri untuk memberikan layanan kesehatan paripurna dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rumah Sakit Islam Fatimah Banyuwangi, adalah rumah sakit umum milik Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banyuwangi. Terletak strategis, ditepi jalan raya yang menghubungkan Kota Banyuwangi dengan Kabupaten Jember. Beralamatkan di jalan jember nomor 25 Banyuwangi. Motto rumah sakit kami adalah LAYANANKU IBADAHKU.</p>
<p>Setelah lama berdiri, RSI Fatimah terus berbenah diri untuk memberikan layanan kesehatan paripurna dan islami. Salah satu kegiatan yang kami laksanakan adalah mengikuti akreditasi rumah sakit dibawah bimbingan KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) dan alhamdulillah lulus dengan nilai sangat memuaskan pada tahun 2010.</p>
<p>Weblog ini adalah salah satu upaya kami untuk membuka jalur informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat, akan jenis layanan kesehatan yang kami sediakan. Semoga dengan weblog ini, masyarakat Banyuwangi pada khususnya, dan dunia secara umum dapat tercerahkan. Saran dan kritik kepada weblog ini, dapat anda sampaikan langsung di buku tamu dalam weblog ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rsfatimah.com/2011/04/selamat-datang-di-weblog-rsi-fatimah-banyuwangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

